Shajar al-Durr: Mutiara dan Tragedi Penguasa Perempuan Islam

“Apa aku tidak bisa lagi memuaskanmu?” Pertanyaan itu meluncur dari bibirnya ketika ia tengah mandi berendam bersama suaminya yang kemudian menjawab,”Ia lebih muda darimu.” Sebuah jawaban yang mengundangnya untuk segera menghunjamkan pisau tajam yang telah dipegangnya sedari tadi.

Tangannya amasih bergetar ketika al-Malik al-Mu’izz Izz al-Din Aybak al-Jawshangir al-Turkmani al-Salihi, Penguasa Mesir dan sekujur Mediterania dari Dinasti Mamluk itu tewas di tangannya, darahnya bercampur air mandi. Lanjutkan membaca “Shajar al-Durr: Mutiara dan Tragedi Penguasa Perempuan Islam”