Situs Asoy Untuk Cari Artikel Jurnal

Kanjeng Sunan Kalijaga dan Robinhood pasti bangga pada pembuat situs ini..

 

 

The subscription fees charged by academic publishers have risen so high in recent years that even wealthy American universities have said they can’t afford them. When Harvard Library reported its subscription costs had reached $3.5 million per year in a 2012 memo, for example, it said the fees were “fiscally unsustainable,” and the university asked…

melalui A pirating service for academic journal articles could bring down the whole establishment — Quartz

Iklan

Sketsa Nilai dan Pemikiran Gus Dur

 

 

Tidak semua, atau bahkan sangat sedikit, orang yang gagasan dan pemikirannya terus dikaji, dipikirkan kembali, sekaligus diikuti setelah ia tiada. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah satu dari segelintir itu. Hingga kini, lama setelah wafatnya,  gagasan dan pemikirannya tetap diperbincangkan dan dipikirkan.

 

Mengapa Gus Dur menjadi sedemikian kuat pengaruhnya? Jawabannya bisa sangat kompleks dan beragam. Salah satunya adalah karena dia tidak hanya orang yang bicara dan menuangkan gagasan dalam tulisan, namun juga bekerja memperjuangakan apa yang ia pikirkan. Sejarah atau biografinya dengan terang benderang menerangkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan pelaksanaan kata-kata. Mulai dari mengajar di pesantren, mengurus dan merawat organisasi NU, hingga menjadi politikus dan presiden. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari pemirkiran dan gagasannya yang dituangkan dalam berbagai tulisan.

Lanjutkan membaca “Sketsa Nilai dan Pemikiran Gus Dur”

Para Tukang Pelintir

Tukang pelintir bekerja untuk memutar-balik fakta, mengaburkan kenyataan, dan mengolah kepalsuan menjadi seolah kenyataan.

Film Merchant of Doubt ini bercerita tentang bagaimana industri-industri besar berusaha mengacaukan pikiran orang melalui jasa tukang pelintir yang menyodorkan opini sesat mengenai bahaya rokok, racun kimia, dan perubahan iklim.

Pencarian Al-Ma’mun

 

 

Al Ma’mun, atau lengkapnya Abū Jaʿfar Abdullāh al-Ma’mūn ibn Hārūn al-Rashīd, khalifah ketujuh dari Dinasti Abasyiah itu berdiri di balkon Bait al-Hikmah yang megah, yang dibangun berdasar saran para ahli nujum dan arsitek terbaik zaman itu. Dinasti Abasyiah tengah berada di puncak kejayaannya setelah  sekitar seabad lalu  berhasil menggulung kekuasaan para keturunan Abu Sufyan. Di hadapannya membentang kota Baghdad yang sentosa. Orang-orang meriuh lalu lalang. Menara-menara menjulang. Suara azan berkumandang dari kejauhan menandai maghrib yang datang bersama semburat lembayung yang muncul di langit sebelah barat.

Pandangan Al-Ma’mun menatap lurus ke arah gurun besar yang terhampar di sebelah kota Bagdad. Ke sanalah ia mengutus tim ekspedisi khusus yang dibentuknya demi memenuhi ambisi  dan keingintahuannnya yang paling dalam sejak masa kanak: berapa besar sebenarnya ukuran bumi ini?

Lanjutkan membaca “Pencarian Al-Ma’mun”

Istriku dan Jilbabnya

Istri saya dulu mengenakan jilbab jika sedang keluar rumah. Ia sudah mengenakan pakaian model itu sejak remaja. Beberapa saat setelah menikah, ia memutuskan untuk tidak memakai jilbab. Sejumlah orag mengira itu karena pengaruh saya. Tentu itu karena mereka tidak mengenal istri saya. Istri saya ini ya, sodara-sodara, bukan tipe perempuan manut suami yang bisa disuruh ini dan itu. Terlebih, bagaimana mungkin dia terpengaruh saya. Dalam ihwal ilmu kegamaan, pengetahuan istri saya jauh di atas apa yang saya ketahui.

Kalau saya sih, terserah dia, mau pakai jilbab monggo, mau nggak ya monggo. Daripada saya dituduh yang engak-enggak, mending saya pasang curahan hati istri saya yang duluuuuu sekali pernah ia tulis itu di sini. Monggo….

Terjebak

“Aku terjebak dalam tubuh yang salah”

Ini adalah pengakuan yang lazim keluar dari mulut seorang transeksual. Merasa terjebak dalam tubuh yang salah. Merasa sebagai laki-laki yang terkunci di tubuh perempuan, perempuan yang terkurung dalam raga laki-laki.

Persoalanku sedikit lebih ringan dari itu.

Aku merasa terjebak dalam kostum yang salah.

Sebelum kuliah, aku sangat jarang memakai celana panjang. Ibuku tidak menyukainya. Sekolahku tak mengizinkannya. Jins? Tak pernah masuk pertimbangan. Lalu aku diterima di fakultas psikologi yang waktu itu anehnya melarang mahasiswinya mengenakan celana jins, sehingga banyak temanku terlanda ‘mendadak rok.’ Jadi, rok adalah semacam norma untuk perempuan di lingkunganku, bahkan sampai kuliah. Lanjutkan membaca “Istriku dan Jilbabnya”

angkringangeologi

Blog baru ini menarik. Topiknya sangat khusus dan fokus. Bahasa yang digunakan lumayan sederhana sehingga bisa dipahami oleh orang yang tidak mendalami perkara teknis geologi. Sayang isinya masih sedikit sekali. Mungkin karena masih bayi. Saya berharap pengelolanya tidak bosan menulis dan tidak menyerah. Jika diteruskan secara konsisten, blog ini akan sangat bermanfaat buat khalayak ramai…https://angkringangeologi.wordpress.com/

 

Visit the post for more.

Sumber: angkringangeologi