Inggris-Italia:Kebo nyusu Gudel


Banyak yang bilang Inggris adalah mbah-nya sepakbola (ingat Inggris adalah satu dari empat negara anggota FIVB yang sangat berpengaruh menentukan aturan bermain bola di alam  Tapi kata-kata itu, selain sering dianggap pujian, sesungguhnya juga mengandung sindiran yang tajam: bukankah simbah-simbah memang tak akan pernah bisa menang bermain bola? Sepakbola bukan sejenis ilmu cerita silat yang memungkinkan orang sepuh bisa jauh lebih jago dengan anak muda yang sedang segar bugar.

Saya memulai menonton dengan perasaaan riang. Saya bukan pendukung kedua tim, tapi saya merasa pertarungan mereka akan menjadi tontonan yang menyenangkan. Babak pertama memenuhi harapan saya itu.

Tapi babak kedua seperti menunjukkan bahwa kedua tim ogah bertemu Jerman yang sudah menanti di semifinal. Mungkin takut.

Hasilnya, anda semua sudha tahu. Italia menang. Melalui sebuah adu pinalti. Orang boleh bilang bahwa adu pinalti adalah adu untung. Tapi bagi saya tidak. Kegagalan inggris bukan terletak di gagalnya mereka menang adu pinalti, tapi gagalnya mereka bikin gol di 90 menit plus 30 menit itu. Inggris bermain butuk sepanjang turnamen. Mereka harus pulang dan mungkin perlu menimbang apakah EPL masih berguna buat timnas…

Bagi saya ini adalah laga kebo nyusu gudel ketika Inggris harus belajar bertahan seperti cara italia.

PS. Pinalti Pirlo itu sungguh berkelas…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s