Spanyol-Perancis: Spanyol yang Bosan Juara


null

del Bosque membaca tulisan saya di blog ini, tapi ia salah memahaminya.Ia memang mengubah line-up, tapi kembali menggunakan fabregas sebagai false 9. Gagasannya memang tidak jelek, tapi untuk menghadapai tim yang sudah gemetar kaki-kakinya seperti Pernacis, Spanyol harusnya lebih tajam dalam menyerang. Ketajaman itu tidak dimiliki Spanyol malam tadi. Mereka hanya menguasai bola, tapi tidak membuat banyak peliang gol. Ungkapan klasiknya: mereka lupa bahwa tugas utamanya adalah mencetak gol. Gol memang datang sebagai buah, tapi hanya satu di babak pertama. Dan itu tidak cukup menyenangkan. Satu yang bisa dicatat dari gol itu adalah Jordi Alba, bukan Xabi. Kita semua tahu, Jordi Alba adalah pemain belakang yang sejauh ini paling banyak berlari dalam turnamen ini. Kecepatan dan akurasi umpannya malam tadi mempertegas betapa menjanjikannya Barca musim depan jika ia jadi bergabung.

Ketika babak pertama menjelang berakhir, saya diserbu rasa bosan. Saya hanya bisa menahannya sampai peluit tanda istirahat berbunyi. Saya tertidur sampai menit 65 dan terbangun saat melihat Torres berlari-lari kebingungan. Torres bermain buruk, buruk sekali malam tadi.Untung dia sempat terperangkap offside, sehingga ia bisa kelihatan telah berusaha. Saya sudah mulai yakin bahwa era emas Torres sudah berakhir ketika ia pindah ke Chelsea seperti dulu Ronaldinho berakhir ketika pindah ke AC Milan. Om Bosque, jika sampeyan baca blog ini lagi, please jangan pasang Torres saat melawan Portugal nanti ya. Cobalah pasang Pedro sejak menit pertama. Lihatlah, semalam Pedro bermain cemerlang meski tidak main sejak awal. Satu dua kali ia menghunjam ke kotak pinalti Perancis. Satu peluang gol dipersembahkannya sebagai pinalti buat Xabi.

Secara umum, rasa kantuk saya tadi menegaskan bahwa Spanyol bermain membosankan. Bahkan para pemainnya pun tampak bosan, lihatlah wajah Xavi yang seperti tidak bergairah sama seperti shooting-shootingnya yang seperti tidak sungguh-sungguh. Oya, beberapa kali passingnya gagal bukan? Mereka seperti sudah bosan menjadi juara.

Mengenai Perancis, maaf saya tidak banyak menaruh perhatian. Kesan saya adalah para pemainnya sudah disetel mode bertahan sejak awal. Secara mental mereka sudah kalah sebelum bertanding. Saya tidak melihat Perancis yang trengginas seperti saat melawan Inggris. Blanc paham kelemahan timnya, tapi lupa pada kekuatannya sehingga memilih skema tanpa Nasri di babak pertama. Perancis harus menyimpan lagi ambisi untuk menyamai legenda mereka di akhir abad 20.

Lalu apakah Spanyol akan menang melawan Portugal, kemudian melaju ke final dan menjadi juara? Itu semua tergantung cara del Bosque memahami blog ini (hehe). Demikian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s