Persembahan Sang Tukang Kebun


Jika ia hanya sekuntum bunga, bundar dan kecil dan indah, akan dapat kupetik dari batangnya untuk kusematkan di rambutmu.–(tukang kebun–Tagore)

Tukang kebun tidak akan menjanjikan kemenangan dan kejayaan, ia hanya bisa mempersembahan  keindahan dan kecantikan bunga-bunga. Begitu pula Xavi dan Iniesta, mereka adalah tukang kebun itu. Tidak pernah ada janji kemenangan dan kejayaan, namun yang pasti terbit dari kaki mereka adalah keindahan dan  kecantikan. Barcelona yang mereka punggawai selama ini tidak selalu bisa mengangkat piala, tapi pasti selalu ada keindahan yang selalu bisa dikenang. Barca musim lalu adalah contohnya. Tak perlu menjadi juara, tapi ada capaian tertentu khas persembahan tukang kebun yang patut dikenang: keindahan.

Barangkali, karena naluri  sebagai tukang kebun itulah mereka tidak rela melihat rumput mengalami nasib sengsara. Seruan mereka yang meminta panitia Piala Eropa menyiram air di lapangan itu kemudian diikuti semua orang di seluruh wilayah kerajaan Spanyol.  Tidak hanya UEFA, bahkan Tuhan sendiri mengabulkan permintaan itu. Malam itu, sayap-sayap malaikat Ar-Ra’d berkepak-kepak di atas Gdanks dan menjatuhkan hujan yang penuh barokah. Rumput kemudian menghampar hijau. Dengan rumput yang sempurna, sepakbola tiki taka bisa dilangsungkan dengan sempurna pula. Bagi timnas Spanyol, rumput memang jadi isu krusial. Graham Hunter menyinggung ini di blognya. Sepakbola tiki taka tak bisa ditandingi di atas rumput yang sempurna. Kita ingat, musim lalu sejumlah klub sengaja tidak menyiram rumput lapangan ketika akan berhadapan dengan Barcelona (ingat seviila dan ac milan?).

Istri saya yang saleha membangunkan saya sesaat sebelum kick off  karena ia tidak ingin saya ketinggalan menyaksikan Xavi dan Iniesta, atau mungkin juga karena ia mulai terganggu dengan bunyi alarm yang sudah meraung-raung (tapi saya memilih kemungkinan pertama saja hehe).  Saya terbangun dari melihat rumput hijau menghampar. Pertanda baik, pikir saya.  Rumput yang terhampar hijau tadi pada akhirnya memang membuat bola menggelinding dan melompat-lompat gembira di antara kaki-kaki pemain Spanyol.  Senyatanya, rumput hijau tadi hanya memberi penegasan pada kekuatan timnas Spanyol atas Irlandia. Separuh babak pertama berlangsung, saya hanya berpikir bahwa tak banyak yang akan bisa dilakukan Irelandia selain berusaha agar tidak banyak gol  yang akan mereka tanggung. Hanya dalam beberapa jurus serangan, tampak secara terang benderang   bahwa kualitas Spanyol berada satu atau dua tingkat di atas Irlandia. Chalkboard statistk passing yang dibuat FourFourTwo ini sudah menjelaskan semuanya:

chalkboard

Spanyol tampil tak banyak berubah dari laga perdana,kecuali bahwa mereka bermain lebih melebar dengan Arbeola lebih sering menginjak garis tepi serta selalu ada pemain di depan Silva dan Xavi: Torres. Torres memang sudah kembali sejak ia hilang tenggelam bersama tumpukan ide sepakbola membosankan di salah satu sudut kota London. Torres boleh menjadi man of the match Tapi yangtampil hebat malam itu –setidaknya di babak pertama—adalah Iniesta. Don Andre tidak mencetak gol barangkali hanya karena ia dilahirkan untuk membuat gol di saat-saat genting (ingat gol Semifinal Liga Champion 2011 di Stanford Bridge dan final Piala Dunia 2010 di Afsel?) kemudian memicu gelombang angka kelahiran di 9 bulan setelah malam-malam indah itu. Mengapa saya terkesan, sebab Iniesta tidak selalu tampil gemilang jika ia berdiri di sisi kiri di depan. Malam itu peran itu ia mainkan dengan nyaris sempurna.

Tak banyak yang bisa saya catat soal Irlandia kecuali tentang supporternya yang tidak peduli pada papan skor. Jika menutup mata pada papan skor, mungkin kita akan merasa bahawa Irlandialah yang sedang menang. 4 gol dari juara dunia dan oleh tim yang meletakkan satu pencapaian tertentu dalam sepakbola barangkali memang bukan sebuah aib….

Sang tukang kebun sudah mempersembahkan bunga-bunga keindahan untuk anda, sambil berharap para malaikat tetap bersekongkol untuk  menjaga mereka hingga semuanya usai…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s