Polah Kantor Imigrasi


Secara pribadi saya tak pernah berurusan dengan kantor imigrasi. Tapi cerita seorang teman yang sedang berurusan dengan kantor ini membuat saya ikut gundah. Betapa tidak, teman saya ini hampir selalu menjumpai kesulitan ketika akan memperpanjang izin tinggalnya di negeri ini. soal yang dipermasalahkan selalu hal-hal kecil yang pasti menjengkelkan.

Bulan lalu, misalnya, ia harus bolak-balik lebih dari tiga kali ke kantor imigrasi hanya karena soal foto yang tidak sepenuhnya bukan kesalahan dia. Pada bulan lalu pula ia mesti direpotkan dengan surat dukungan dari lembaga tempat ia bernaung. Bolak-balik ia harus membawa surat yang saya bubuhi tanda tangan. satu surat ia bawa ke kantor imigrasi, eh ternyata masih ada form yang harus ia isi dan bubuhan tanda tangan saya.

Bulan ini lebih konyol lagi. petugas imigrasi tidak percaya dengan tanda tangan saya di tiga form yang katanya coretannya berbeda. Dengan entengnya petugas itu meminta saya datang ke kantornya. Permintaan itu jelas saya tolak.

Usut punya usut, berdasar cerita dari kawan-kawan expatriat lainnya, ternyata urusan semacam itu akan lebih gampang jika disertai dengan sedikit uang pelicin. Saya tak tahu persis karena belum pernah mengalaminya, tapi mempercayai hal itu adalah sesuatu yang sangat mudah bagi akal sehat saya. Sebagai warganegara Republik Indonesia, saya tahu persis tabiat para petugas yang berurusan dnegan administrasi seperti KTP, SIM, dan semacamnya. Jadi masuk akal saja ketika teman saya itu merasa orang imigrasi memang sengaja membuatnya gila agar pada akhirnya menyerah dan mau saja membayar uang  demi urusannya segara selesai…

Iklan

4 pemikiran pada “Polah Kantor Imigrasi

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Hampir di semua kantor pemerintahan selalu menyediakan dua jalur pelayanan. Pelayanan biasa dengan semboyan; kalau bisa dipersulit kenapa musti dipermudah?
    Dan pelayan kedua; pelayanan yang musti dilicinkan…

  2. (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    Yang aneh, saya punya temen di birokrasi yang berusaha untuk jujur dan ikhlas memberikan pelayan kepada semua lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.
    Hasilnya?. Dikucilkan teman2nya dan gak naik2 pangkatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s