(Belok) Kiri (tidak boleh) Jalan Terus!


Hari-hari ini bapak-bapak polisi sedang menyosialisasikan aturan baru diperempatan jalan. Kalau dulu, menurut UU tahun 1994 (UU yang dulu saaat saya sekolah di SMP sempat bikin geger karena besaran denda yang gila-gilaan) diperempatan jalan Anda boleh berbelok ke kiri tanpa menghiraukan lampu merah, kini jika Anda hendak belok kiri harus menunggu lampau hijau. Ini menurut UU No 22 tahun 2009 yang  disahkan Mei lalu. Aturannya sebenrnya cuma dibalik saja. Kalau dulu, belok kiri jalan terus kecuali ada larangan, sekarang belok kiri dilarang kecuali ada tanda yang memperbolehkan.Kono, aturan ini dibikin karena volume kendaraan yang sudah melampaui kemampuan ruas jalan. Kita lihat saja nanti apakah aturan ini tidak akan menambah macet jalanan dan menciptakan polisi-polisi yang senang bersembunyi di belokan kiri menunggu mangsa seperti di iklan rokok itu.

Ihwal belok kiri jalan terus ini dulu pernah menjadi permainan kata-kata teman-teman saya yang punya kecenderungan ideologi kiri. Kiri dalam khazanah politik kerap dikaitkan dengan ideologi sosialis, sebagai tanding dari ideologi liberal. Dalam pengertian yang lebih luas, kiri bisa berarti kritis terhadap sesuatu yang bersifat dominasi dan kejumudan. Nah, Kiri Jalan Terus itu pernah menjadi slogan yang hendak mengatakan bahwa ideologi kiri masih jalan meski selalu dilarang dan diberangus di mana-mana, meski tembok Berlin—misalnya—sudah roboh dan sosialisme tinggal menjadi cerita. Kiri Jalan Terus juga mengacu pada bangkitnya kembali sosialisme (yang ini konon berwajah baru) di Amerika Latin.

Sewaktu kuliah dulu, teman-teman saya di Sintesa pernah memainkan kata Kiri sebagai tulisan di kaos oblong: “Left is Right, Right is Wrong”. Kaos menjadi sesuatu yang sangat mencolok di penghujung kekuasaan Soeharto yang dikenal sangat anti ideologi Kiri. Kawan-kawan saya di Pingsoet juga memainkan kata Kiri ini pada sebuah design kaos oblongnya: “My Heart is on the Left.” Jika kaos itu dipakai, kata “Left” akan berada persis di dada sebelah kiri, letak jantung kita bersemayam.

Di jalanan saat ini belok kiri tidak boleh jalan terus. Saya tidak tahu apakah ini lantas menjadi penanda tentang kekuatan kelompok Kanan yang makin menggurita dan betapa negeri ini sudah kaffah berada di haribaan kaum Kanan. Wallahu a’lam.

Iklan

3 pemikiran pada “(Belok) Kiri (tidak boleh) Jalan Terus!

  1. benar seperti yg tertulis diatas, kita lihat saja, apakah ini bukan malah menambah kemacetan di jalan ?
    tampaknya volume kendaraan yg sudah tdk sesuai dgn panjangnya jalan, perlu solusi yg lebih dr sekedar 3 in 1 atau belok kiri tdk boleh terus .
    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s