Riwayat Peradaban yang Komikal


Sekira 2 minggu lalu saya singgah di pondokan SPRT, suatu serikat pekerja rumah tangga yang mengorganisasi diri sembari memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja—bukan pembantu yang harus siap sedia selama 24 jam sehari di tempat kerja sebagaimana dimafhumi orang kebanyakan selama ini. Di tempat itu tanpa sengaja saya menjumpai buku Kartun Riwayat Peradaban yang ditulis Larry Gonnick jilid I. Saya sudah tahu tentang buku ini beberapa waktu lalu lewat review di media tapi belum sempat membacanya. Secara iseng pula saya baca sekilas dua kilas. Ah, ternyata buku ini menarik sekali. Penjelasannya tentang awal semesta dan dimulainya kehidupan di muka bumi memang bukan barang baru, ia hanya mengetengahkan teori-teori mapan yang sudah ada, tapi goresan komikalnya bisa memancing senyum sekaligus membangkitkan daya pikir.

Selang beberapa waktu, saya ketemu Kelik—seorang kawan yang mengklaim sudah membaca khatam sampai jilid III. Apa yang dia ceritakan tentang jilid-jilid berikutnya membuat saya semakin tertarik saja dengan serial komik ini. Untuk membuktikan apakah Kelik hanyalah seorang pembual saya memutuskan untuk membeli komik itu. Saya memilih jilid III karena di jilid inilah cerita tentang peradaban yang lebih mutakhir, kisah-kisah yang sudah saya akrabi ketimbang jaman romawi atau manusia purba. Ternyata Kelik tidak membual. Komik jilid III ini beberapa kali membuat tawa saya pecah berserakan dan beberapa kali membuat dahi saya mengernyit sambil bergumam “hmmmm…hmmm….”.

Jilid III berisi cerita tentang kebangkitan dunia Arab, munculnya Islam dan munculnya renaisance di Eropa. Jujur saja, banyak hal (atau fakta) yang disodorkan buku bisa membuat semakin terang sejumlah hal yang selama ini tampak abu-abu atautak terjelaskan. Justru dengan sifat komikalnya kita bisa membayangakan tentang apa yang pernah terjadi dalam penggal-penggal sejarah itu. Tapi, nah ini dia, bagi Anda yang sangat mudah tersinggung hanya karena identitas agamanya diuraikan tidak dengan cara penuh puja-puji, anda mungkin tidak akan pernah bisa tersenyum sepanjang membaca buku ini. atau bisa jadi anda malah hanya akan marah-marah atau membakar buku ini. Jika anda beli sendiri buku itu, ya boleh saja anda bakar, lha kalau buku pinjaman? Maka sebaiknya sebelum membaca buku ini anda “melepaskan” diri dulu dari pikiran ideologis-emosional anda tentang agama atau tokoh favorit anda di masa lalu. Baru anda bisa membaca buku ini, belajar tentang sejarah dengan riang, menikmati kecerahannya dan keceriannya. Misalnya, ini di Jilid I, Gonnick memberi catatan khusus pada kisah tentang dihanyutkannya Musa oleh orang tuanya. Menurut catatannya, kisah tentang orang yang dilarung di sungai atau laut adalah khas kisah-kisah orang besar pada jaman itu. ia menunjuk tokoh-tokoh besar lain yang juga dikisahkan dibuang di sungai atau laut. Kisah-kisah semacam itu sesungguhnya ditulis oleh penulis resmi demi glorifikasi pada tokoh bersangkutan, artinya tidak berdasar pada fakta sesungguhnya. Demikian pula kisah tentang dihanyutkannya Musa.

Nah, saya tunjukkan beberapa hal yang dilukiskan jilid III komik ini dari perspektif yang berbeda dibanding sejarah normatif yang selama ini diyakini—kadang dengan sangat emosional—oleh banyak orang:

-Bagi anda yang beragama Islam kisah penyerbuan Abrahah ke Mekah tentu bukan cerita asing. Tapi lihatlah bagaimana Gonnick menceritakan latar belakangan penyerbuan itu: segerombolan orang Mekah yang bodoh dan penyembah berhala itu tiba-tiba berak di Katedral Ethiopia. Kontan ini membuat marah Abrahah yang kemudian menyerbu rumah penyembah patung itu.

-Tokoh Abu Sofyan, paman Muhammad yang beristrikan Hindun ( Hindun ini—semua orang islam tahu—adalah tokoh yang paling benci dengan islam dan Muhammad) dilukiskan sebagai orang yang justru paling diuntungkan dengan lahirnya dunia baru setelah ajaran Muhamad berkembang. Abu Sofyan yang tidak pernah berjuang demi Islam justru menikmati keselamatan dan kemewahan setelah Islam menang. Lihat fakta berikut: Muawiyah, anak Abu Sofyan, menjadi khalifah setelah berhasil menggulingkan sayyidina Ali, kemudian membangun dinasti keluarga—Bani Umayyah— yang berkuasa selama 90 tahun!!!

-Pada masa kekuasaan dinasti Umayyah ini banyak sekali orang Yahudi dan Kristen pindah ke agama Islam. Kenapa coba? Gonnick meng-komikkannnya sebagai berikut: orang Yahudi dan Kristn membayar pajak lebih besar ketimbang orang Islam. Ketika pajak terus dinaikkan orang-orang Yahudi dan Kristen itu punya dorongan untuk pindah agama. Satu panel komiknya menyajikan dialog berikut: Ibu : tapi anakku, apa yang hendak kamu selamatkan, jiwamu, atau uang seperak dua perak?” Anak:”Tuhan kan baik Bu..,Bukankah Dia ingin agar aku memujanya dengan cara yang semurah mungkin?

-Percakapan di perang badar. Penyembah berhala: “Demi dewi bulan, dewa matahari, dan dewa kerikil, ane merasa nggak tega membunuh ente bang…” Prajurit muslim: “Demi Allah. Ane tega!!

-Di India abad 800-an, ada persitiwa aneh: agama Budha mulai ditinggalkan dan Hindu—yang mendukung pembagian kasta –justru mulai berkembang lagi. kenapa? Karena agama Hindu tidak pernah kurang gagasan baru: seks. Bayangkan saja ada agama yang mendukung pemujaan seks beserta kuil-kuil penuh gambar asoy…bagaimana agama Budha yang mengandalkan penyangkalan diri bisa bersaing?

-Gonnick menggambrakan persamaan—diantara segala perbedaan– Gereja Ortodoks Konstantinopel dengan Gereja Katolik Roma secara komikal: dua-duanya sama-sama menentang kebebasan berpikir!

-Anda tahu ikonoklasme kan? Itu lho paham yang menolak dan melarang bentuk-bentuk atau gambar makhluk hidup. Itu berkembang di dunia Kristen gara-gara orang eropa takjub dengan kemajuan Islam dan pengen menirunya, mereka merasa pemberangusan ikon-ikon adalah cara meniru dunia islam yang maju.itu terjadi pada sekitar 711. Pada sekitar tahun itu pula, khalifah Yazid memerintahkan penghancuran semua gambar Kristen di dunia Islam.

-Gambaran kontradiksi komikal juga ada pada jatuhnya yerusalem ke tangan prajurit kristen pada tahun 1099. Pasukan itu membunuh semua orang yang bukan kristen, laki, perempuan, anak-anak, sedikitnya 40.000 orang! Dan pembantaian kejam itu dilakukan atas nama agama yang mengajarkan cinta, kelembutan, dan pengampunan…

-Tahun 1096 keadaan geraja penuh dengan pornokrasi, hidup porno para pastur. Tahun 1070, paus gregorius memerintahkan semua pastor untuk hidup selibat. Ini bukan semata karena gereja mengangap seks adalah sesuatu yang kotor, tapi juga karena hal lain: supaya pastor-pastor tidak berpikir untuk mewariskan jemaatnya pada anaknya, supaya ada kesetiaan total pada geraja. Inilah yang disebut pengendalian.

Tentu itu belum semua. Mustahil saya ceritakan satu per satu. Apalagi narasi tidak mungkin menggantikan kelucuan situasi yang komikal. Sungguh, anda mesti membacanya sendiri untuk mendapatkan getaran itu. tapi ya itu tadi,bacalah dengan sikap terbuka sebab komik ini –oleh penulisnya—memang ditujukan untuk orang-orang skeptis di dunia. Fakta-fakta sejarah yang disajikan komik ini memang tidak ada yang baru, tapi dengan disajikan dalam bentuk komik, riwayat manusia yang berlarat-larat itu menjadi terasa segar dan jenaka. Begitu.

Iklan

8 tanggapan untuk “Riwayat Peradaban yang Komikal

  1. Menarik! Saya menduga tak akan lama lagi komik ini akan dihujat kelompok “garis keras” yang biasanya mudah tersinggung. Dengar kan kasus Bupati Purwakarta yang dihujat gara-gara ngomong “dengan suling orang juga bisa ingat tuhan. Tidak selalu al-Quran”….

  2. Yang namanya sejarah ya tak bisa diubah, walaupun faktanya mendiskreditkan agama tertentu. Seharusnya itu bisa dijadikan panutan agar di masa depan tidak terulang hal-hal yang akan merusak image sebuah agama gara2 penganutnya yang salah kaprah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s