Ahmadiyah lagi, Ahmadiyah lagi…


Iseng nonton tivi, kemaren beritanya tentang demo anti ahmadiyah. Ahmadiyah lagi, ahmadiyah lagi…saya heran kenapa ya orang bisa begitu marah pada ahmadiyah. Jika mau jujur dan berpikir sederhana, kita punya konstitusi yang menjamin hak kebebasan beragama. Artinya, semua orang boleh berkeyakinan dan beragama menurut yang dia mau. Tapi ada yang bilang Ahmadiyah juga melanggar kebebasan beragama orang islam. Saya heran, kebebasan agama macam apa coba yang dilanggar? Semua orang islam toh bebas menyakini apa yang mau dia yakini, bebas beribadah semau yang mereka mau. Lantas apa yang dilanggar? Kalau mau jujur, tidak ada. Sebagai seorang muslim, saya tidak mengimani apa yang diimani orang ahmadiyah, tapi saya juga tidak merasa kebebasan beragama saya dilanggar oleh orang Ahmadiyah hanya karena mereka punya keyakinan berbeda dnegan saya. Mengherankan melihat orang begitu sewot dengan keyakinan orang lain yang berbeda.

Ihwal sesat menyesatkan semacam ini, sejatinya punya jejak yang teramat dalam di sejarah agama-agama. Baik islam, Kristen, maupun yang lain. Bakar-membakar orang bukan barang aneh, terutama di abad pertengahan. Di masa kini hal itu juga tidak mereda, dengan bentuk yang berbeda tentu saja. Tapi intinya sama: para “penyebal” harus dihapus dari muka bumi. Di negeri ini, kasus Ahmadiyah jelas bukan satu-satunya. Terlalu banyak untuk menyebut satu demi satu komunitas yang dikejar-kejar karena beragama dan berkeyakinan berbeda.

Lalu bagaimana? Kembali konstitusi. Di sana jelas termaktub bahwa semua orang punya hak untuk berkeyakinan seturut hatinya. Mau menyembah pohon monggo, mau menyembah batu kali silakan. Semua punya hak yang sama.

Iklan

10 tanggapan untuk “Ahmadiyah lagi, Ahmadiyah lagi…

  1. koq makin lama aku makin cinta ama mas Heru sihhh. hehehehe….
    oke dechh sebagai bukti cintaku ama Mas Heru, gue mau nyumbangin sebuah lagu yang kira2 cocok ama Mas Heru dechhh

    TONG KOSONG

    Sedikit ngerti ngaku udah paham
    Kerja sedikit maunya kelihatan
    Otak masih kaya ‘TK, Koq ngakunya Sarjana
    Ngomong-ngomongin orang Kaya udah jagoan…

    G Am C D
    Tonk kosong nyaring bunyinya
    G Am C D
    Klentang-klentong kosong banyak bicara
    G Am C D
    Oceh sana-sini ngak ada isi
    G Am C D
    Otak udang ngomongnya sembarang

    G D C D 2x

    G D C D
    Hak manusia ingin bicara
    G D C D
    Hak manusia ingin bernyanyi
    G D C D
    Kalau sumbang janganlah didengarkan
    G D C D
    Kalau merdu ikutlah bernyanyi

    Jangan ngelarang-larang
    Jangan banyak komentar
    Apalagi menghina

  2. “Jika mau jujur dan berpikir sederhana, kita punya konstitusi yang menjamin hak kebebasan beragama. Artinya, semua orang boleh berkeyakinan dan beragama menurut yang dia mau.”

    Betul mas, bahkan bukan konstitusi “made in manusia” saja kok, Allah sendiri yang memberikan kebebasan manusia untuk memilih (saya lupa ayatnya)

    “Tapi ada yang bilang Ahmadiyah juga melanggar kebebasan beragama orang islam. Saya heran, kebebasan agama macam apa coba yang dilanggar? Semua orang islam toh bebas menyakini apa yang mau dia yakini, bebas beribadah semau yang mereka mau. Lantas apa yang dilanggar? Kalau mau jujur, tidak ada. Sebagai seorang muslim, saya tidak mengimani apa yang diimani orang ahmadiyah, tapi saya juga tidak merasa kebebasan beragama saya dilanggar oleh orang Ahmadiyah hanya karena mereka punya keyakinan berbeda dnegan saya. Mengherankan melihat orang begitu sewot dengan keyakinan orang lain yang berbeda”

    Kalau boleh meluruskan, sebenarnya bukan “melanggar kebebasan beragama orang Islam”. Akan tetapi tepatnya, mereka menodai agama Islam. Sebab Islam mengimani Rasulullah sebagai nabi terakhir. TITIK. Tidak ada alasan bahwa Ghulam Ahmad sebagai nabi yang tidak membawa risalah. Pokoknya jika kita mengimani Rasulullah sebagai nabi terakhir itulah Islam, selain dari itu keluar dari Islam. Intinya bagi saya atau umat Islam, Ahmadiyah harus dipisahkan (memisahkan diri) dan membuat agama dan tidak merupakan bagian/paham/aliran dalam Islam. AHMADIYAH bukan Islam.

    “Ihwal sesat menyesatkan semacam ini, sejatinya punya jejak yang teramat dalam di sejarah agama-agama”

    Ihwal sesat, sudah pasti sesat, kalau memang mereka itu mengakui bahwa Ghulam Ahmad sebagai nabi. Sejauh ini memang saya tidak terlalu tertarik dengan Ahmadiyah, yah Cuma sekedar tau oh begini ajarannya dan jangan diikuti.

    “Bakar-membakar orang bukan barang aneh, terutama di abad pertengahan. Di masa kini hal itu juga tidak mereda, dengan bentuk yang berbeda tentu saja. Tapi intinya sama: para “penyebal” harus dihapus dari muka bumi.”

    Memang gak ada yang aneh kok. Kita lihat saja kelamnya sejarah terpisahnya Nasrani menjadi katholik dan protestan, begitu juga Islam. Hanya saja bagi mereka yg sepertinya doyan anarki/rusuh/chaos sepertinya adalah golongan orang yang kurang cerdas. Apalagi (maaf) jika kita melihat FPI, mereka tidak menggunakan akal secara benar, dan Allah telah menyuruh kita untuk menggunakan akal, yang utama Islam agama rahmat, bukan TEROR..

    “Lalu bagaimana? Kembali konstitusi. Di sana jelas termaktub bahwa semua orang punya hak untuk berkeyakinan seturut hatinya. Mau menyembah pohon monggo, mau menyembah batu kali silakan. Semua punya hak yang sama.

    Saya rasa kita sepaham, Allah SWT memberikan kebebasan kepada manusia untuk bertaqwa sesuai dengan kemampuannya artinya balasan di surga yang akan diterima tentu berdasarkan
    apa yang telah di perbuat di dunia, jadi mau apapun pemahamannya, hanya Allah SWT yang tahu dan apa balasannya (itu rahasia Allah). Intinya, hindarilah menjadi umat Islam brutal, extreme, Rasulullah memiliki ahlak yang utama dan mulia, dan kita harus mencontoh beliau, yuk mari HAIL

  3. bosan ama berita tentang Ahmadiyah ya mas,
    tapi sayang jika sampean berkunjung ke blog saya, kan nemuin berita tentang Ahmadiyah.
    mau tahu beritanya gimana?
    kunjungi aja di blog saya.
    he..he…

  4. @ahmadarifin
    wah bagus, lagunya pas buat yang suka melarang-larang

    @abu syahzanan
    betul pak, saya setuju. kebebasan adalah ramat dari Tuhan, dan itu harus selalu dijaga. Tapi saya tidak setuju kalau ahmadiyah diharuskan mendirikan agama sendiri atau keluar dari islam. dalam islam, tidak ada orang atau lembaga yang punya wewenang untuk mengusir dan mengeluarkan orang atau kelompok dari islam. jadi, adalah aneh jika ada orang yang merasa paling benar islamnya kemudian menyuruh paham keislaman lain untuk keluar dari islam….

    @ahsinmuslim
    iya, masih banyak masalah yang lebih penting ketimbang mengurusi keyakinan orang…

  5. Klo ga nglarang2 ngapain banyak ngomentarin orang.. ya udah.. ga usah diurusin orang lain.. palagi otak kaya’ TK sukanya nglarang2 kaum muslimin.

    terjebak simbol sich, kekerasan (walau loe sendiri suka nglakuin kekerasan verbal), pengin ngapus orang seenaknya (ada di tulisan mas sendiri lhooo)… emang kamu ga’ ngrasa suka nglarang2? itulah tong kosong klentang-klentong kosong koz ga ada isinya, tapi ga’ pernah

    ngrasa kaya’ tong kosong koz dah ngerti dikit aja ngakunya dah paham… (kapan terisinya????)

    kasian betul sichhh kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s