Nonton Barongsai


Beberapa hari lalu saya mengajak kaka (anak saya, 2,5 tahun) menonton barongsai di Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Sebenarnya cuma kebetulan. Kami saat itu sednag jalan-jalan di malioboro, melihat ada Liong lewat saya menduga itu pasti akan ke FKY. Benar, setelah saya ikuti mereka menuju pelataran pameran FKY di benteng Vredeburg. Saya nonton dengan kaka, sementara ibu kaka kami tinggal berbelanja di sekitaran Malioboro. Kaka pada awalnya agak ketakutan, ia minta gendong terus. Tapi begitu naga-naga itu mulai menari, dia langsung minta turun. Ikut menari tentu saja. Ketika orang-orang mulai membentuk kalangan, tiba-tiba ada tiga anak kecil menari riang di tengah kalangan bersama para penari barongsai itu. Satu diantara tiga bocah kecil itu adalah kaka. Setelah menari di pinggir jalan, para penari mulai masuk lagi ke benteng. Saat itu topeng-topeng mulai dilepas. Meski musik masih bertabuhan, saya menduga acara sudah selesai. Kaka saya biarkan berjalan di samping kanan saya berjalan menuju benteng. Tiba-tiba, dari belakang saya ada satu (dua orang di dalamnya) barong yang berlari kencang dan menabrak kaka. Bruk! Kaka tersungkur di lantai konblok. Dari mulutnya mengucur darah segar. Ia menjerit keras. Menangis, tentu saja. Belum pernah dalam hidupnya darah sebanyak itu mengalir karena luka dari tubuhnya. Ah kaka, maaafkan ayahmu yang ceroboh ini. Saya tidak sempat untuk panik. Ada kafe di sebelh kami. Saya minta air minum ke sana. Kaka masih menangis sampai ibunya datang sekitar lima menit kemudian. Untunglah lukanya tidak terlalu parah. Mungkin cuma sedikit robek di bibir bagian dalam. Malamnya dia tidak mau makan. Sepertinya masih kesakitan. Sayang sekali, sebab dia sebenarnya begitu menikmati kesenian itu. dia memang sangat suka dnegan hal-hal semacam barongsai itu. Janthilan, kuda lumping adalah tontonan favoritnya. Mungkin anak kecil memang suka dengan gegap gempita kesenian rakyat semcam itu.

Selain soal kaka yang ditabrak baronsai tadi, hal lain yang menyedot perhatian saya dalah bahwa para penari barong tersbeut kebanyakan bukan berasal dari etnis tionghoa. Ada satu dua orang senior yang beretnis tionghoa, selebihnya bukan. Kita tahu, barongsai adalah kesenian yang berasal dari Cina dan menjadi kekhasan etnis tionghoa di mana-mana. Sepanjang Orde brau kesenian ini bahkan dilarang tapil di depan umum karena identitik dengan budaya Cina. Bukan rahasia lagi jika pada masa otoriter itu, semua hal yang berbau Cina tidak boleh muncul ke permukaan. Kecuali film kung-fu barangkali, Fenomena orang jawa bermain barongsai ini tidak khas, banyak di tempat lain kelompok seni barongsai justru dihidupi oleh orang Jawa. Di Banyuurip, Teglarejo, Magelang, misalnya,ada kelompok barongsai yang dilestarikan oleh penduduk setempat yang bertnis Jawa.Β 

Harus diakui Seni semacam barong memang tidak khas mili orang Cina. Di jawa kita kenal barongan, juga dimainkan dua orang dengan gerakan-gerakan sederhana yang bisa dimainkan siapa saja tanpa latihan yang ketat. Di sunda juga kesenian dengan boneka naga. Di Bali, semua orang tahu barong bali, rangda, dan leak. Jika dicermati, wajah barongsai mirip dengan ornamen-ornamen lukisan yang muncul di Turki abad pertengahan. Tentu saja, kita tak perlu melacak siapa sang penemu kesenian barong sejati atau siapa yang lebih dulu memulai seni berujud naga atau singa ini. Kebudayaan pada hakikatnya adalah aksi saling pinjam dan saling memberi. Pertukaran antara satu bentuk pada bentuk yang lain. jika demikian halnya, kenapa masih saja ada yang meributkan tentang keaslian?

Iklan

4 tanggapan untuk “Nonton Barongsai

  1. Salam Buat Heruyaheru
    he..he artikel tentang nonton barongsai nya bagus,
    turut simpati juga musibah hingga jatuh.

    Memang barongsai sudah bukan milik etnis tionghoa,
    barongsai adalah kesenian biasa, yang setiap orang dapat melakukannnya
    apalagi yang berjiwa seniman.

    Salam,

    putramataram@rocketmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s