Sejarah Al-Hasysyâsyîn, Sekte Para Pembunuh (2)

 

Tulisan ini ditayangkan di: islami.co

 

Kelompok ini bukan satu-satunya atau yang pertama dalam sejarah manusia, tapi cara dan kengerian yang ditimbulkan tak pernah lekang dari ingatan sejarah. Belati-belati kaum assasin muncul menebar horor di awal abad sebelas masehi. Mereka membunuh pangeran, sultan, panglima perang, dan pajabat-pejabaat negara kala itu.  Para Assasin selalu membunuh menggunakan belati, tak pernah dengan racun, panah, atau meriam. Mereka juga selalu rela ditangkap setelah melakukan aksinya. Bahkan, konon, bagi mereka melarikan diri adalah aib.  Mereka memilih tertangkap atau terbunuh.

Lanjutkan membaca “Sejarah Al-Hasysyâsyîn, Sekte Para Pembunuh (2)”

Mo Salah dan Upaya Mengubah Cara Pandang Barat Terhadap Islam

Tangannya terentang dan wajahnya menatap lurus ke arah tribun suporter Liverpool. Sejurus kemudian rekan-rekan satu timnya memeluknya erat sambil berteriak sekencangnya. Ederson hanya bisa menatap nanar. Gol yang dilesakkan ke gawang Manchester City itu menghantarkan Liverpool maju ke semifinal Liga Champion Eropa untuk pertamakalinya sejak puluhan tahun silam. Sesaat kemudian ia bersujud. Mungkin sambil berbisik lirih: Maha Suci Engkau yang mengizinkanku mencetak gol demi gol. Sujud itu ditingkahi suara gemuruh dari tribun. Mereka bersorak-sorai kegirangan sambil meneriakkan namanya: Mo Salah.

Muhammad Sholah Ghali, demikian nama lengkapnya. Pemain Liverpool asal Mesir itu kini dipuja bukan hanya oleh penggemarnya tapi juga oleh penggemar sepakbola di seluruh dunia. Ia menjadi pemain Liga Inggris paling subur musim ini. Bahkan bisa jadi di seluruh Eropa. Bahkan Mo Salah menjadi pemain terbaik Afrika 2017 dan baru saja dinobatkan menjadi pemain terbaik musim ini di liga paling komersil di seluruh jagad itu. Di Liverpool ia disanjung setinggi langit lapis ketujuh karena menjadi pemain tercepat kedua dalam sejarah Liverpool untuk hal mencapai gol ke-30.

Lanjutkan membaca “Mo Salah dan Upaya Mengubah Cara Pandang Barat Terhadap Islam”