Mo Salah dan Upaya Mengubah Cara Pandang Barat Terhadap Islam

Tangannya terentang dan wajahnya menatap lurus ke arah tribun suporter Liverpool. Sejurus kemudian rekan-rekan satu timnya memeluknya erat sambil berteriak sekencangnya. Ederson hanya bisa menatap nanar. Gol yang dilesakkan ke gawang Manchester City itu menghantarkan Liverpool maju ke semifinal Liga Champion Eropa untuk pertamakalinya sejak puluhan tahun silam. Sesaat kemudian ia bersujud. Mungkin sambil berbisik lirih: Maha Suci Engkau yang mengizinkanku mencetak gol demi gol. Sujud itu ditingkahi suara gemuruh dari tribun. Mereka bersorak-sorai kegirangan sambil meneriakkan namanya: Mo Salah.

Muhammad Sholah Ghali, demikian nama lengkapnya. Pemain Liverpool asal Mesir itu kini dipuja bukan hanya oleh penggemarnya tapi juga oleh penggemar sepakbola di seluruh dunia. Ia menjadi pemain Liga Inggris paling subur musim ini. Bahkan bisa jadi di seluruh Eropa. Bahkan Mo Salah menjadi pemain terbaik Afrika 2017 dan baru saja dinobatkan menjadi pemain terbaik musim ini di liga paling komersil di seluruh jagad itu. Di Liverpool ia disanjung setinggi langit lapis ketujuh karena menjadi pemain tercepat kedua dalam sejarah Liverpool untuk hal mencapai gol ke-30.

Lanjutkan membaca “Mo Salah dan Upaya Mengubah Cara Pandang Barat Terhadap Islam”

Iklan

Sejarah Visual Buraq: Bukti Imajinasi Masyarakat Islam yang Tidak Tunggal

Di malam mistis itu Nabi  Muhammad SAW menempuh perjalanan menuju  langit ketujuh. Isra’ dan Mi’raj namanya. Salah satu hal paling menarik—sekaligus paling misterius— dari kisah perjalanan Nabi ke langit ke tujuh adalah soal tunggangannya yang bernama Buraq. Sayangnya (atau untungnya?) informasi mengenai bentuk dan rupa buraq ini sangat sedikit.  Kitab suci dan hadis tak banyak bicara mengenainya. Kata-kata Nabi  yang terkenal  hanya terbatas: “Aku diberi buraq, dia hewan tunggangan yang berwarna putih lebih besar dari keledai tapi lebih kecil dari bighal yang satu tanduknya terdapat dipucuk kepalanya.”.

Lanjutkan membaca “Sejarah Visual Buraq: Bukti Imajinasi Masyarakat Islam yang Tidak Tunggal”

Situs Asoy Untuk Cari Artikel Jurnal

Kanjeng Sunan Kalijaga dan Robinhood pasti bangga pada pembuat situs ini..

 

 

The subscription fees charged by academic publishers have risen so high in recent years that even wealthy American universities have said they can’t afford them. When Harvard Library reported its subscription costs had reached $3.5 million per year in a 2012 memo, for example, it said the fees were “fiscally unsustainable,” and the university asked…

melalui A pirating service for academic journal articles could bring down the whole establishment — Quartz

Shajar al-Durr: Mutiara dan Tragedi Penguasa Perempuan Islam

“Apa aku tidak bisa lagi memuaskanmu?” Pertanyaan itu meluncur dari bibirnya ketika ia tengah mandi berendam bersama suaminya yang kemudian menjawab,”Ia lebih muda darimu.” Sebuah jawaban yang mengundangnya untuk segera menghunjamkan pisau tajam yang telah dipegangnya sedari tadi.

Tangannya amasih bergetar ketika al-Malik al-Mu’izz Izz al-Din Aybak al-Jawshangir al-Turkmani al-Salihi, Penguasa Mesir dan sekujur Mediterania dari Dinasti Mamluk itu tewas di tangannya, darahnya bercampur air mandi. Lanjutkan membaca “Shajar al-Durr: Mutiara dan Tragedi Penguasa Perempuan Islam”

Sketsa Nilai dan Pemikiran Gus Dur

 

 

Tidak semua, atau bahkan sangat sedikit, orang yang gagasan dan pemikirannya terus dikaji, dipikirkan kembali, sekaligus diikuti setelah ia tiada. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah satu dari segelintir itu. Hingga kini, lama setelah wafatnya,  gagasan dan pemikirannya tetap diperbincangkan dan dipikirkan.

 

Mengapa Gus Dur menjadi sedemikian kuat pengaruhnya? Jawabannya bisa sangat kompleks dan beragam. Salah satunya adalah karena dia tidak hanya orang yang bicara dan menuangkan gagasan dalam tulisan, namun juga bekerja memperjuangakan apa yang ia pikirkan. Sejarah atau biografinya dengan terang benderang menerangkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan pelaksanaan kata-kata. Mulai dari mengajar di pesantren, mengurus dan merawat organisasi NU, hingga menjadi politikus dan presiden. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari pemirkiran dan gagasannya yang dituangkan dalam berbagai tulisan.

Lanjutkan membaca “Sketsa Nilai dan Pemikiran Gus Dur”